Hotline 0341-3029785
Konsultasi sekarang

Kawah Ijen, sebuah taman wisata alam yang fenomenal di Banyuwangi, memang terkenal dengan keunikan langka yaitu Blue Flame api biru yang memukau banyak wisatawan dan peneliti. Tapi, tahukah Anda bagaimana sejarah terbentuknya Kawah Ijen ini yang membuatnya menjadi satu-satunya tempat di dunia yang punya fenomena api biru? Mari kita telusuri kisah menarik di balik keindahan ini.

Dari Gunung Purba hingga Kaldera Raksasa

Sekitar 300 ribu tahun lalu, wilayah yang kini dikenal sebagai Kawah Ijen hanyalah sebuah gunung besar bernama Gunung Ijen Purba. Menurut Abdillah Baraas, Ketua Harian Geopark Ijen Banyuwangi, gunung raksasa ini membentang di empat kabupaten, yaitu Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Jember, dengan ketinggian mencapai 3.500 meter di atas permukaan laut.

Namun, sekitar 70 ribu tahun lalu, Gunung Ijen Purba ini meletus dengan dahsyat. Letusan super eksplosif ini mengakibatkan terbentuknya sebuah kaldera raksasa dengan diameter mencapai 15 kilometer kaldera terbesar di Pulau Jawa. Tidak hanya itu, muncul gunung-gunung kecil mengelilingi dan berada di dalam kaldera ini, antara lain Gunung Merapi, Suket, dan Jampit di dinding kaldera, serta Kawah Wurung, Blau, dan tentu saja, Kawah Ijen di dalam kaldera.

Erupsi dahsyat ini memuntahkan material vulkanik hingga sejauh 466 kilometer ke arah utara, menjadikan dapur magma di bawah gunung ini hampir kosong dan menciptakan depresi berupa kaldera raksasa.

Dari Gunung Purba hingga Kaldera Raksasa

Sekitar 300 ribu tahun lalu, wilayah yang kini dikenal sebagai Kawah Ijen hanyalah sebuah gunung besar bernama Gunung Ijen Purba. Menurut Abdillah Baraas, Ketua Harian Geopark Ijen Banyuwangi, gunung raksasa ini membentang di empat kabupaten, yaitu Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Jember, dengan ketinggian mencapai 3.500 meter di atas permukaan laut.

Namun, sekitar 70 ribu tahun lalu, Gunung Ijen Purba ini meletus dengan dahsyat. Letusan super eksplosif ini mengakibatkan terbentuknya sebuah kaldera raksasa dengan diameter mencapai 15 kilometer kaldera terbesar di Pulau Jawa. Tidak hanya itu, muncul gunung-gunung kecil mengelilingi dan berada di dalam kaldera ini, antara lain Gunung Merapi, Suket, dan Jampit di dinding kaldera, serta Kawah Wurung, Blau, dan tentu saja, Kawah Ijen di dalam kaldera.

Erupsi dahsyat ini memuntahkan material vulkanik hingga sejauh 466 kilometer ke arah utara, menjadikan dapur magma di bawah gunung ini hampir kosong dan menciptakan depresi berupa kaldera raksasa.

Testimoni Langsung dari Pengunjung dan Peneliti

Salah satu pengunjung, Rini, Rabu (27/1/2022), mengungkapkan kekagumannya, “Melihat Blue Flame langsung itu pengalaman luar biasa! Api biru yang kecil tapi menyala terus seperti kompor gas itu benar-benar unik dan jarang sekali bisa ditemukan di tempat lain.”

Sementara itu, peneliti vulkanologi dari Universitas Jember, Dr. Budi Santoso, menambahkan, “Kawah Ijen menjadi laboratorium alam yang sangat penting untuk memahami interaksi antara aktivitas magmatik dan mineral belerang. Fenomena Blue Flame menjadi indikator keaktifan vulkanik yang sangat spesifik di kawasan ini.

Baca Juga : Penyedia Paket Wisata Kawah Ijen dengan Fasilitas Terbaik

Dengan narasi ini, pembaca bisa dengan mudah memahami perjalanan panjang terbentuknya Kawah Ijen, fenomena Blue Flame yang ikonik, serta mendapat gambaran realitas dari pengalaman dan penelitian yang ada. Artikel ini praktis, informatif, dan dibuat dengan gaya bahasa yang akrab agar bisa dinikmati oleh siapa saja, baik wisatawan maupun penggemar geologi.

Belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Komentar Anda*Nama Anda* Email Anda* Website Anda

Mungkin Anda tertarik membaca artikel berikut ini.

Menyelami Museum Tekstil Warisan Budaya Nusantara di Jakarta

6 November 2025 137x Objek Wisata, Sosial Budaya

Sejarah dan Lokasi Museum Tekstil Jakarta Museum Tekstil Jakarta berlokasi di Jalan Aipda KS Tubun No. 2-4, Palmerah, Jakarta Barat, menempati sebuah gedung dengan sejarah panjang. Awalnya dibangun pada abad ke-19 sebagai kediaman warga negara Prancis, gedung ini kemudian berubah fungsi menjadi milik Konsul Turki, lalu dimiliki oleh seorang Belanda bernama K... selengkapnya

Liberta Malioboro Hotel Budget Ala Jejepangan di Jogja

Rekomendasi Penginapan Strategis dan Terjangkau di Yogyakarta: Liberta Hotel Malioboro Yogyakarta selalu menjadi destinasi favorit wisatawan karena kekayaan budaya, kuliner, dan suasananya yang khas. Tak heran jika kebutuhan akan penginapan yang nyaman, strategis, dan terjangkau menjadi pertimbangan utama bagi para pelancong. Salah satu akomodasi yang memenu... selengkapnya

Taman Dedari, Liburan Kali Ini Berkunjung ke Ubud Bali

Menyusuri Keindahan Taman Dedari Ubud: Ketika Alam, Seni, dan Legenda Menyatu Bali memang selalu punya cara unik untuk memikat hati setiap pengunjungnya. Kali ini, ingin berbagi pengalaman saat berkunjung ke Taman Dedari, sebuah destinasi wisata yang memadukan keindahan alam Ubud dengan sentuhan seni dan kisah legenda yang memikat. Lokasi Taman Dedari dan Ma... selengkapnya

Follow Us on Social Media

4.8 / 5
Rating Stars
Based on 54 reviews

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.