Hotline 0341-3029785
Konsultasi sekarang

Tempong Adalah Kata Dalam Bahasa Osing Yang Berarti Tampar

Banyuwangi tak hanya terkenal dengan pesona alamnya seperti Taman Nasional Baluran atau Kawah Ijen. Di balik keindahan alamnya, kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini juga menyimpan kekayaan kuliner tradisional yang unik dan menggugah selera. Salah satu hidangan legendaris yang wajib Anda cicipi saat singgah di Banyuwangi adalah Sego Tempong.

Apa Itu Sego Tempong?

Sego Tempong, atau dalam bahasa Indonesia berarti “Nasi Tempong“, merupakan makanan khas masyarakat Osing, suku asli Banyuwangi. Kata “tempong” sendiri berasal dari bahasa Osing yang berarti “tampar” bukan tanpa alasan. Makanan ini dinamakan demikian karena sensasi pedasnya yang luar biasa, seakan menampar lidah siapa pun yang mencicipinya!

“Pertama kali makan nasi Tempong, rasanya langsung bangun semua indera. Pedasnya bukan main, tapi nagih banget!” – ujar Andien, seorang food enthusiast dari Yogyakarta.

Isi Sepiring Sego Tempong

Hidangan ini sekilas tampak sederhana, tapi justru dari kesederhanaannya itulah cita rasa otentik muncul. Sepiring nasi Tempong umumnya berisi:

  • Nasi putih hangat
  • Sayuran rebus seperti bayam, kenikir, daun kemangi, dan terong
  • Sambal tempong yang pedas menggigit, terbuat dari cabai rawit, tomat, bawang, dan sedikit terasi
  • Lauk pauk seperti ayam goreng, ikan asin, telur dadar, tempe, tahu, atau empal
  • Kadang juga ditambah rempeyek atau kerupuk sebagai pelengkap

Meski sederhana, paduan sayur segar, nasi hangat, dan sambal yang nendang membuatnya jadi pilihan favorit warga lokal dan wisatawan.

Kuliner Merakyat, Rasa Juara

Nasi Tempong tak hanya jadi comfort food bagi masyarakat Banyuwangi, tetapi juga favorit para pelancong yang ingin menikmati masakan lokal tanpa perlu bingung memilih menu. Hampir semua warung makan atau depot tradisional di Banyuwangi pasti menyediakan sajian ini—mulai dari yang sederhana hingga yang legendaris.

“Makan Sego Tempong itu seperti kembali ke rumah nenek. Sederhana tapi bikin hati hangat,” kata Dimas, seorang pekerja remote yang kerap menetap di kota-kota kecil Indonesia.

Kapan Terbaik Menikmati Sego Tempong?

Tak ada waktu khusus untuk menikmati Sego Tempong, tetapi sore hingga malam hari biasanya jadi waktu yang pas untuk berburu kuliner ini, terutama di kawasan pusat kota atau sekitar Kampung Osing Kemiren.

Harga? Sangat bersahabat. Dengan Rp 10.000 – Rp 25.000, Anda sudah bisa menikmati sepiring penuh cita rasa tradisional yang sulit dilupakan.

Baca Juga : Place To Go In Beautiful Banyuwangi Yang Wajib di Kunjungi

Sego Tempong bukan sekadar kuliner, tapi bagian dari identitas dan warisan budaya Banyuwangi. Pedasnya memang bisa mengejutkan, tapi justru itu yang membuat banyak orang jatuh cinta dan ingin kembali menikmatinya.

Kalau kamu sedang berada di Banyuwangi, jangan lewatkan untuk mencicipi “tamparan pedas” satu ini ya! Dijamin pulang-pulang lidahmu akan membawa cerita.

Belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Komentar Anda*Nama Anda* Email Anda* Website Anda

Mungkin Anda tertarik membaca artikel berikut ini.

Tips Persiapan Long Weekend Aman, Nyaman, Menyenangkan

22 March 2025 255x Tips, Uncategorized

Long Weekend Kali ini Sudah Ada Rencanakah dan Persiapan…?? Long weekend adalah waktu yang ditunggu-tunggu untuk berlibur dan bersantai. Namun, agar pengalaman tersebut menjadi aman, nyaman, dan menyenangkan, diperlukan persiapan yang matang. Berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu Anda merencanakan long weekend yang sempurna. 1. Rencanakan De... selengkapnya

Surabaya North Quay, Tempat Nongkrong Asyik di Surabaya

Meskipun baru dibuka pertengahan Februari 2016, SNQ telah menarik minat banyak pengunjung, baik dari dalam maupun luar kota. Keunikan lokasinya di dekat pelabuhan menjadikan SNQ tempat nongkrong yang menarik dengan beragam spot fotogenik. Berikut beberapa daya tarik yang ditawarkan SNQ bagi masyarakat umum, bukan hanya bagi para penumpang kapal : Balkon View... selengkapnya

Kampung Adat Suku Batak, Budaya Huta dan Rumah Bolon

18 October 2025 266x Objek Wisata

Kampung adat Suku Batak merupakan destinasi wisata budaya yang kaya dengan tradisi dan warisan leluhur. Di sini, Huta sebagai pusat pemukiman tradisional dan Rumah Bolon sebagai rumah adat menjadi ikon yang menarik perhatian wisatawan. Rumah Bolon Lambang Kekerabatan dan Tradisi Batak Rumah Bolon adalah rumah adat yang unik, menggambarkan struktur sosial dan... selengkapnya

Follow Us on Social Media

4.8 / 5
Rating Stars
Based on 54 reviews

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.