6 Fakta Menarik Suku Tengger di Bromo
13 June 2023 680x Bromo, Sosial Budaya, Wisata Malang

Suku Tengger – Travel Kompas
Setiap daerah di Indonesia memiliki suku dan budaya dengan keunikannya masing-masing. Di wilayah Jawa Timur terdapat berbagai macam suku, salah satunya yaitu suku Tengger.
Suku Tengger merupakan suku asli yang mendiami wilayah Gunung Bromo dan Semeru yang meliputi Kabupaten Lumajang, Probolinggo, Malang, dan Pasuruan. Warga suku Tengger tersebut biasa disebut dengan Orang Tengger.
Selain itu suku Tengger memiliki berbagai upacara kebudayaan, salah satu yang terkenal yaitu Upacara Yadnya Kasada atau Kasodo. Upacara ini dilakukan setahun sekali dan bertempat di sebuah pura yang berada di bawah kaki Gunung Bromo, yakni Pura Luhur Poten Bromo dan dilanjutkan ke puncak gunung Bromo.
Suku Tengger meyakini bahwa Gunung Bromo atau Gunung Brahma merupakan gunung suci. Untuk itu upacara dilakukan di kaki Gunung Bromo. Penasaran seperti apa menariknya suku Tengger?
1. Asal Mula Nama Tengger

Suku Tengger – rimbakita.com
Nama Tengger diambil dari nama tokoh legendaris yang dianggap sebagai leluhurnya, yakni Teng dari akhiran nama Roro Anteng dan Ger dari akhiran nama Joko Seger. Masyarakat Suku Tengger mempercayai bahwa suku tersebut adalah keturunan Roro Anteng dan Joko Seger.
2. Keturunan Kerajaan Majapahit

Warga Suku Tengger – infonews.id
Suku Tengger merupakan keturunan dari Kerajaan Majapahit. Pada umumnya, masyarakat Tengger beragama Hindu.
Hingga kini, suku Tengger hidup dengan adat dan tradisinya sendiri serta tidak terpengaruh modernisasi zaman. Padahal tempat tinggalnya sangat mudah dijangkau para wisatawan, baik dari dalam dan luar negeri.
Akulturasi budaya sangat rentan terjadi. Namun selama berabad-abad, suku Tengger tetap mampu mempertahankan karakteristiknya. Sehingga adat dan budaya sampai saat ini masih tetap lestari.
3. Bahasa Suku Tengger

Suku Tengger – News Portal
Suku Tengger menggunakan bahasa jawi kuno. Bahasa tersebut diyakini sebagai dialek pada masa kerajaan Majapahit. Bahasa yang digunakan sebagai mantra ditulis dengan huruf jawa kawi.
Baca Juga : Ke Bromo Naik Jeep VS Naik Motor
Ada anggapan bahwa bahasa suku Tengger merupakan turunan dari bahasa Kawi dan banyak mempertahankan kalimat-kalimat kuno yang sudah tak digunakan lagi dalam bahasa Jawa modern.
4. Sarung dipercaya untuk mengendalikan perilaku dan ucapan

Suku Tengger – unair.ac.id
Suku Tengger masih sering menggunakan sarung, ternyata hal tersebut memiliki makna. Selain berfungsi untuk melindungi suhu tubuh dari udara dingin pegunungan, sarung juga dipercaya berfungsi untuk mengendalikan perilaku dan ucapan masyarakat.
Nah, penggunaan sarung ini dilakukan oleh semua kalangan, mulai usia muda sampai tua, laki-laki dan perempuan.
5. Upacara Yadnya Kasada
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2857300/original/098822000_1563450856-20190718-Yadnya-Kasada-3.jpg)
Yadnya Kasada – Liputan6
Upacara Yadnya Kasada dilakukan sebagai bentuk persembahan untuk Sang Hyang Widi (Tuhan yang Maha Esa dalam agama Hindu) sebagai wujud syukur atas karunia yang diberikan kepada masyarakat Suku Tengger. Adanya upacara ini menjadikan suatu ikon budaya di Gunung bromo dan menarik wisatawan untuk berkunjung.
Baca Juga : Kawasan Wisata Gunung Bromo Tutup Total selama Yadnya Kasada
Yadna Kasada merupakan upacara keagamaan yang dilakukan masyarakat Suku Tengger, bentuknya berupa pengiriman kurban kepada leluhurnya yang ada di kawah Gunung Bromo. Serunya, upacara ini dilakukan pada malam hari hingga matahari terbit.
6. Karo, Hari Raya suku Tengger

Hari Raya Karo – lumajangkab.go.id
Karo adalah hari raya terbesar yang paling dinanti-nanti oleh suku Tengger. Karo, biasanya diselenggarakan setelah hari raya Nyepi.
Acara ini meliputi pawai hasil bumi, kesenian adat seperti pagelaran Tari Sodoran. Kemudian dilanjutkan dengan bersilaturahmi ke rumah tetangga dan sanak saudara.
Untuk ritual Karo ini dipimpin oleh seorang ratu. Ratu di sini mempunyai arti seorang pemimpin yang selalu memimpin doa. Uniknya lagi, ratu adalah seorang laki-laki. Masyarakat Tengger ada yang menyebut ratu dengan sebutan dukun.
Sumber : Liputan6 | By : Dyah Mulyaningtyas
Mungkin Anda tertarik membaca artikel berikut ini.
Luxury Resort Glamping : N’jung Bali Camp
Menikmati Keindahan Bali dengan Sentuhan Glamor Luxury Tent. Charming. Great value. Menampilkan pemandangan gunung, glamping N’jung Bali Camp menawarkan akomodasi dengan taman dan balkon, sekitar 31 km dari Tegallalang Rice Terrace. Akomodasi ini memiliki pemandangan danau dan taman, dan berjarak 42 km dari Goa Gajah. Anda dapat bermain golf mini di ... selengkapnya
Menentukan Waktu Terbaik untuk Liburan ke Pantai Pink Lombok
Pantai Pink Lombok – Siapa sangka bahwa Indonesia ternyata memiliki beberapa pantai dengan pasir berwarna pink? Tentunya, pasir berwarna pink atau merah muda ini menjadi suatu fenomena yang unik sekaligus daya tarik tersendiri bagi wisatawan, termasuk kamu yang ingin merasakan liburan di sini. Salah satu pantai berpasir merah muda di Indonesia adala... selengkapnya
One Day Trip Bromo Sunrise, Kemana Aja?
Bromo, salah satu ikon alam Indonesia, menyajikan pesona matahari terbit yang tak terlupakan. Perjalanan sehari penuh ke Bromo tidak hanya memberikan pengalaman menakjubkan saat sunrise, tetapi juga memungkinkan Anda menjelajahi keindahan alam dan budaya di sekitarnya. Berikut adalah rencana perjalanan yang dapat kamu ikuti untuk mendapatkan pengalaman maksi... selengkapnya
Kontak Kami
Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.
Hotline
0341-3029785Whatsapp
082132102798Email
office@planktontour.id









Belum ada komentar