6 Fakta Menarik Suku Tengger di Bromo
13 June 2023 726x Bromo, Sosial Budaya, Wisata Malang

Suku Tengger – Travel Kompas
Setiap daerah di Indonesia memiliki suku dan budaya dengan keunikannya masing-masing. Di wilayah Jawa Timur terdapat berbagai macam suku, salah satunya yaitu suku Tengger.
Suku Tengger merupakan suku asli yang mendiami wilayah Gunung Bromo dan Semeru yang meliputi Kabupaten Lumajang, Probolinggo, Malang, dan Pasuruan. Warga suku Tengger tersebut biasa disebut dengan Orang Tengger.
Selain itu suku Tengger memiliki berbagai upacara kebudayaan, salah satu yang terkenal yaitu Upacara Yadnya Kasada atau Kasodo. Upacara ini dilakukan setahun sekali dan bertempat di sebuah pura yang berada di bawah kaki Gunung Bromo, yakni Pura Luhur Poten Bromo dan dilanjutkan ke puncak gunung Bromo.
Suku Tengger meyakini bahwa Gunung Bromo atau Gunung Brahma merupakan gunung suci. Untuk itu upacara dilakukan di kaki Gunung Bromo. Penasaran seperti apa menariknya suku Tengger?
1. Asal Mula Nama Tengger

Suku Tengger – rimbakita.com
Nama Tengger diambil dari nama tokoh legendaris yang dianggap sebagai leluhurnya, yakni Teng dari akhiran nama Roro Anteng dan Ger dari akhiran nama Joko Seger. Masyarakat Suku Tengger mempercayai bahwa suku tersebut adalah keturunan Roro Anteng dan Joko Seger.
2. Keturunan Kerajaan Majapahit

Warga Suku Tengger – infonews.id
Suku Tengger merupakan keturunan dari Kerajaan Majapahit. Pada umumnya, masyarakat Tengger beragama Hindu.
Hingga kini, suku Tengger hidup dengan adat dan tradisinya sendiri serta tidak terpengaruh modernisasi zaman. Padahal tempat tinggalnya sangat mudah dijangkau para wisatawan, baik dari dalam dan luar negeri.
Akulturasi budaya sangat rentan terjadi. Namun selama berabad-abad, suku Tengger tetap mampu mempertahankan karakteristiknya. Sehingga adat dan budaya sampai saat ini masih tetap lestari.
3. Bahasa Suku Tengger

Suku Tengger – News Portal
Suku Tengger menggunakan bahasa jawi kuno. Bahasa tersebut diyakini sebagai dialek pada masa kerajaan Majapahit. Bahasa yang digunakan sebagai mantra ditulis dengan huruf jawa kawi.
Baca Juga : Ke Bromo Naik Jeep VS Naik Motor
Ada anggapan bahwa bahasa suku Tengger merupakan turunan dari bahasa Kawi dan banyak mempertahankan kalimat-kalimat kuno yang sudah tak digunakan lagi dalam bahasa Jawa modern.
4. Sarung dipercaya untuk mengendalikan perilaku dan ucapan

Suku Tengger – unair.ac.id
Suku Tengger masih sering menggunakan sarung, ternyata hal tersebut memiliki makna. Selain berfungsi untuk melindungi suhu tubuh dari udara dingin pegunungan, sarung juga dipercaya berfungsi untuk mengendalikan perilaku dan ucapan masyarakat.
Nah, penggunaan sarung ini dilakukan oleh semua kalangan, mulai usia muda sampai tua, laki-laki dan perempuan.
5. Upacara Yadnya Kasada
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2857300/original/098822000_1563450856-20190718-Yadnya-Kasada-3.jpg)
Yadnya Kasada – Liputan6
Upacara Yadnya Kasada dilakukan sebagai bentuk persembahan untuk Sang Hyang Widi (Tuhan yang Maha Esa dalam agama Hindu) sebagai wujud syukur atas karunia yang diberikan kepada masyarakat Suku Tengger. Adanya upacara ini menjadikan suatu ikon budaya di Gunung bromo dan menarik wisatawan untuk berkunjung.
Baca Juga : Kawasan Wisata Gunung Bromo Tutup Total selama Yadnya Kasada
Yadna Kasada merupakan upacara keagamaan yang dilakukan masyarakat Suku Tengger, bentuknya berupa pengiriman kurban kepada leluhurnya yang ada di kawah Gunung Bromo. Serunya, upacara ini dilakukan pada malam hari hingga matahari terbit.
6. Karo, Hari Raya suku Tengger

Hari Raya Karo – lumajangkab.go.id
Karo adalah hari raya terbesar yang paling dinanti-nanti oleh suku Tengger. Karo, biasanya diselenggarakan setelah hari raya Nyepi.
Acara ini meliputi pawai hasil bumi, kesenian adat seperti pagelaran Tari Sodoran. Kemudian dilanjutkan dengan bersilaturahmi ke rumah tetangga dan sanak saudara.
Untuk ritual Karo ini dipimpin oleh seorang ratu. Ratu di sini mempunyai arti seorang pemimpin yang selalu memimpin doa. Uniknya lagi, ratu adalah seorang laki-laki. Masyarakat Tengger ada yang menyebut ratu dengan sebutan dukun.
Sumber : Liputan6 | By : Dyah Mulyaningtyas
Mungkin Anda tertarik membaca artikel berikut ini.
Family Gathering di Kaliwatu Batu Malang, Ide Kegiatan Outdoor
Family gathering adalah momen spesial untuk mempererat hubungan antaranggota keluarga atau rekan kerja. Salah satu tempat yang cocok untuk mengadakan acara ini adalah Kaliwatu Batu Malang. Tempat ini menawarkan suasana alam yang asri dan fasilitas lengkap untuk berbagai kegiatan. Nah, apa saja contoh kegiatan gathering di Kaliwatu Batu Malang yang bisa dila... selengkapnya
Eksplorasi Malang, Spot Wisata Terbaik dan Spesial 2025
Eksplorasi Malang Tanpa Ribet, Tanpa Mahal Cuma Butuh Rasa Penasaran Wisata sejatinya bukan perlombaan destinasi paling jauh atau paling mahal. Justru, esensi dari sebuah perjalanan adalah pengalaman. Coba Eksplorasi Malang? Karena Malang menyimpan kejutan-kejutan kecil yang bisa bikin kamu pulang dengan hati yang hangat dan kepala yang penuh cerita tanpa ha... selengkapnya
5 Aktivitas Seru untuk Menikmati Pesona Lombok
Lombok – Dengan eksotisme pantai dan kecantikan panorama yang dimilikinya, tidak heran kalau Lombok menjadi salah satu destinasi paling populer di Indonesia. Kamu bisa menghabiskan waktu di pantai berpasir putih atau menantang diri sendiri untuk menaklukkan hutan lebat di sepanjang perjalanan menuju puncak Gunung Rinjani. Selain itu, kamu juga bisa men... selengkapnya
Kontak Kami
Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.
Hotline
0341-3029785Whatsapp
082132102798Email
office@planktontour.id











Belum ada komentar