Telaga Menjer Wonosobo, Pesona Alam Sejuk dengan Panorama Menawan
4 October 2025 101x Objek Wisata, Wisata Alam

Daya Tarik Telaga Menjer
Telaga Menjer memiliki luas sekitar 70 hektare dengan kedalaman mencapai 45 meter, menjadikannya danau terbesar di kawasan Dieng. Selain menawarkan pemandangan air yang tenang dan udara sejuk, wilayahnya dikelilingi bukit hijau, kebun teh, dan hutan pinus yang asri, cocok untuk relaksasi dan kegiatan rekreasi. Pengunjung dapat menyewa perahu untuk menikmati keindahan danau secara langsung dan berfoto di tengah air yang tenang, serta menikmati aktivitas memancing di tepi danau. Fasilitas pendukung seperti toilet, musala, warung, dan area parkir memadai untuk kenyamanan wisatawan.
Sejarah dan Asal Usul
Telaga ini terbentuk akibat letusan Gunung Pakuwaja yang meninggalkan cekungan besar yang kemudian terisi air. Nama Telaga Menjer berasal dari desa asal penemunya, meskipun secara administratif berada di Desa Maron, Kecamatan Garung. Pada tahun 1980, telaga pernah mengalami pengurasan untuk mengatasi masalah kebocoran pada bagian bawah dan mendapat bantuan ahli dari Rusia dan Jepang dalam pengelolaan dan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).
Rute dan Akses

Terdapat dua rute utama mudah menuju Telaga Menjer. Rute pertama dari alun-alun kota Wonosobo melewati Jalan Dieng dan Pasar Garung hingga bertemu pertigaan menuju telaga. Rute kedua dari arah Jumprit, Temanggung, melewati jalur yang sedikit berliku dengan pemandangan kebun teh dan hutan pinus, kemudian berakhir di Pasar Garung yang terhubung dengan rute pertama. Jarak dari pusat kota sekitar 11-12 km dengan waktu tempuh sekitar 30 menit. Jalan menuju lokasi sudah beraspal meski ada bagian menanjak dan berkelok, namun masih mudah dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Jam Operasional dan Tarif
Telaga Menjer buka setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 17.00 WIB. Tiket masuk untuk wisatawan lokal sekitar Rp 5.000 per orang, dan Rp 10.000 untuk wisatawan mancanegara. Sewa perahu dikenakan biaya Rp 20.000 per orang. Biaya parkir motor Rp 3.000 dan mobil Rp 5.000.
Kontribusi Sosial dan Ekonomi
Selain sebagai tempat rekreasi, Telaga Menjer berperan penting dalam pembangkitan listrik tenaga air melalui PLTA Garung, menyediakan listrik bagi masyarakat sekitar. Keberadaan wisata ini juga memberdayakan ekonomi lokal melalui pemanfaatan warung dan kios kecil yang dikelola warga, menyambut wisatawan dengan kuliner dan souvenir khas.
Baca Juga : Pesona Savana Gunung Pangonan di Dataran Tinggi Dieng
Telaga Menjer merupakan destinasi wisata yang unik karena menyatukan keindahan alam dengan fungsi sosial ekonomi yang nyata berupa PLTA. Keunggulan metode wisata berbasis alam yang memanfaatkan keindahan danau alami ini memberi pengalaman rekreasi sekaligus mendukung kehidupan masyarakat sekitar.
Meski fasilitas sudah memadai, potensi pengembangan wisata edukasi terkait PLTA dan konservasi lingkungan dapat menjadi nilai tambah. Perlu perhatian terus menerus untuk menjaga kelestarian alam agar daya tarik utama Telaga Menjer tetap terjaga.
Mungkin Anda tertarik membaca artikel berikut ini.
Explore NTT, Kekayaan Wisata Sejarah yang Memukau!
Ketika mendengar nama Nusa Tenggara Timur atau NTT, mungkin hal pertama yang terlintas di benak kita adalah keindahan Komodo, pantai-pantai eksotis, atau bawah lautnya yang menawan. Tapi, tahukah kamu kalau NTT juga menyimpan kekayaan wisata sejarah yang tak kalah memukau? Yup, provinsi kepulauan ini punya banyak situs bersejarah yang akan membawa kita menel... selengkapnya
Surabaya North Quay, Tempat Nongkrong Asyik di Surabaya
Meskipun baru dibuka pertengahan Februari 2016, SNQ telah menarik minat banyak pengunjung, baik dari dalam maupun luar kota. Keunikan lokasinya di dekat pelabuhan menjadikan SNQ tempat nongkrong yang menarik dengan beragam spot fotogenik. Berikut beberapa daya tarik yang ditawarkan SNQ bagi masyarakat umum, bukan hanya bagi para penumpang kapal : Balkon View... selengkapnya
Fakta Menarik Bunga Edelweiss di Bromo
Akhir-akhir ini sedang ramai mengenai bunga Edelweiss yang tak boleh dipetik. Betul, bunga Edelweiss atau bahasa latinnya, Anaphalis javanica, yang tumbuh di kawasan taman nasional memang tidak boleh dipetik apalagi dengan sembarangan. Pasalnya si bunga keabadian ini merupakan salah satu jenis bunga yang rawan terhadap kepunahan. Pelarangan pemetikan Edelwei... selengkapnya
Kontak Kami
Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.
Hotline
0341-3029785Whatsapp
082132102798Email
plankton.tours@gmail.com












Belum ada komentar