
Pernah Coba yang Mana, Gaes?
Hai, Foodies! Kalian yang suka eksplorasi kuliner pastinya setuju kalau masakan tradisional itu punya vibes dan cita rasa otentik yang beda banget. Tapi, sadarkah kalian kalau banyak makanan tradisional desa di Indonesia yang kini mulai sulit ditemui? Yup, sembilan di antaranya bahkan bisa dibilang mulai langka! Artikel ini cocok banget buat kamu, anak muda yang open-minded dan peduli sama warisan budaya, biar kita sama-sama tahu dan mungkin bisa ikut melestarikannya. Siap-siap nostalgia atau malah penasaran berat, ya!
Kenapa Sih Makanan Tradisional Bisa Langka?
Banyak faktor yang bikin makanan tradisional desa ini terancam punah, guys. Mulai dari kurangnya minat generasi muda buat belajar resepnya, bahan baku yang makin susah dicari, sampai kalah saing sama kuliner modern yang lebih viral di media sosial. Padahal, di balik setiap gigitan, ada cerita, filosofi, dan kearifan lokal yang worth it banget buat dipertahankan.
Yuk, Kenalan Sama 9 Makanan Tradisional Desa yang Mulai Langka Ini!
Siap-siap terkejut dan mungkin auto-searching resepnya di YouTube!
1. Bubur Suro (Jawa)

Pernah dengar Bubur Suro? Bubur ini identik banget sama perayaan Tahun Baru Islam atau 1 Suro. Dengan tekstur lembut dan kaya rempah, bubur ini biasanya disajikan dengan aneka lauk pendamping seperti tahu, tempe, telur, dan irisan daging ayam. Dulu, hampir semua keluarga Jawa bikin ini, tapi sekarang? Jarang banget nemu yang jual, apalagi yang bikin sendiri. FYI, Bubur Suro ini juga punya makna simbolis yang mendalam, lho!
2. Gatot dan Tiwul (Jawa)

Dua makanan ini adalah bukti nyata kreativitas nenek moyang kita di kala paceklik. Terbuat dari singkong yang diolah sedemikian rupa, Gatot dan Tiwul dulunya jadi makanan pokok di beberapa daerah di Jawa, terutama Gunungkidul. Rasanya unik, perpaduan gurih dan sedikit manis. Sayangnya, sekarang Gatot dan Tiwul lebih sering jadi objek wisata kuliner daripada makanan sehari-hari. Padahal, superfood ini kaya karbohidrat dan serat!
3. Kue Delapan Jam (Sumatera Selatan)

Sesuai namanya, kue ini butuh waktu delapan jam untuk dikukus! Kebayang kan perjuangannya? Kue Delapan Jam adalah kue basah khas Palembang yang punya tekstur padat, legit, dan rasa manis yang dominan. Biasanya disajikan saat acara-acara besar atau hari raya. Effort pembuatannya yang lumayan bikin kue ini makin jarang ditemui, padahal rasanya worth the wait banget!
4. Kue Talas Bogor (Jawa Barat)

Meski Bogor terkenal dengan olahan talas, Kue Talas tradisional yang otentik (bukan yang modern dengan aneka topping) mulai susah ditemukan. Kue ini punya tekstur kenyal dan rasa manis alami dari talas. Dulunya sering jadi oleh-oleh wajib, kini kalah saing sama varian talas kekinian. Padahal, rasanya comfort food banget!
5. Pais Pisang (Sulawesi)

Pais Pisang, atau yang sering disebut juga nagasari versi Sulawesi, adalah kue basah yang terbuat dari pisang, santan, dan tepung beras, kemudian dibungkus daun pisang lalu dikukus. Rasanya manis legit dan aromanya harum. Walaupun terlihat sederhana, proses pembuatannya butuh ketelatenan. Makin ke sini, makin jarang kita temui Pais Pisang yang dijual di pasar tradisional.
6. Bubur Bassang (Sulawesi Selatan)

Bubur Bassang adalah bubur jagung manis khas Makassar. Teksturnya kental, rasanya manis gurih, dan biasanya disajikan hangat dengan taburan bawang goreng. Dulu, Bubur Bassang sering jadi menu sarapan favorit. Kini, penjualnya mulai langka, padahal bubur ini bisa jadi alternatif sarapan sehat yang mengenyangkan.
7. Gulo Puan (Sumatera Selatan)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3131728/original/060061900_1589797183-WhatsApp_Image_2020-05-18_at_3.48.36_PM.jpeg)
Ini dia nih, primadonanya! Gulo Puan adalah gula aren murni yang diolah dengan susu kerbau, menghasilkan tekstur lembut seperti karamel dan rasa manis legit yang khas. Gulo Puan sangat eksklusif karena hanya dibuat oleh beberapa keluarga di daerah tertentu dan proses pembuatannya pun manual serta memakan waktu lama. Nggak heran kalau harganya fantastis dan jadi barang langka incaran kolektor kuliner. Ini benar-benar warisan yang harus kita lestarikan!
8. Nasi Jaha (Sulawesi Utara)

Nasi Jaha adalah nasi ketan yang dimasak dengan santan di dalam bambu bakar. Aromanya khas banget karena dibakar, dan rasanya gurih pulen. Nasi Jaha sering disajikan saat acara adat atau perayaan tertentu. Proses pembuatannya yang unik dan membutuhkan bambu khusus bikin Nasi Jaha ini makin sulit ditemukan di keseharian.
9. Sate Susu (Bali)

Sate Susu ini literally sate yang terbuat dari payudara sapi! Jangan salah paham dulu, ini adalah kuliner khas Bali yang punya cita rasa unik, gurih, dan teksturnya kenyal. Biasanya disajikan dengan sambal matah. Sate Susu ini identik dengan upacara keagamaan dan tidak sembarang tempat menjualnya, sehingga membuatnya menjadi salah satu kuliner langka yang wajib dicoba kalau ada kesempatan.
Baca Juga : Jajanan Malam yang Legendaris di Sekitar Malioboro
Gimana, guys? Dari sembilan makanan tradisional desa yang mulai langka ini, mana aja yang udah pernah kamu coba? Atau malah ada yang baru kamu tahu? Penting banget nih buat kita, generasi milenial dan Gen Z, buat lebih aware sama kekayaan kuliner Indonesia. Kalau bukan kita, siapa lagi yang bakal melestarikan? Yuk, mulai dari sharing artikel ini atau kalau berkesempatan, cobalah mencari dan mencicipi makanan-makanan langka ini biar tetap lestari!
Mungkin Anda tertarik membaca artikel berikut ini.
5 Kesalahan Sering Dilakukan Traveler saat Menginap di Hotel
Menginap di hotel saat berlibur atau perjalanan bisnis tentu harapan kita semua adalah kenyamanan dan kepuasan. Namun, ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan traveler tanpa mereka sadari, yang justru bisa mengurangi kualitas pengalaman mereka selama menginap. Berikut ini adalah lima kesalahan umum yang kerap terjadi, serta tips agar kamu bisa menghinda... selengkapnya
Lembah Dieng Gempol Pasuruan yang Bikin Kamu Gagal Liburan!
Kalau kamu lagi cari destinasi liburan yang beda dari yang lain, Lembah Dieng Gempol di Pasuruan bisa jadi pilihan yang menarik sekaligus bikin penasaran. Tapi, jangan langsung bungah dulu! Ada rahasia di balik pesona lembah ini yang mungkin bikin rencana liburanmu sedikit “gagal”, dalam arti positif yang justru bikin kamu makin penasaran untuk datang. A... selengkapnya
Wisata Religi Patung Yesus Sibea-bea di Tertinggi di Dunia
Siapa sangka, Indonesia punya spot wisata religi ikonik yang sedang booming Patung Yesus Kristus tertinggi di dunia, tepatnya di Pulau Samosir, Sumatra Utara. Buat kamu yang hobi traveling atau cari destinasi wisata baru yang beda, Samosir kini bukan hanya terkenal karena keindahan Danau Toba, tapi juga kemegahan Patung Yesus Sibea-bea yang bikin banyak o... selengkapnya
Kontak Kami
Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.
Hotline
0341-3029785Whatsapp
082132102798Email
office@planktontour.id











Belum ada komentar