Hotline 0341-3029785
Konsultasi sekarang

Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen, yang terletak di perbatasan Kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso, kembali membuka jam operasional pendakian lebih awal.

Keputusan ini menyebabkan lonjakan kunjungan wisatawan yang ingin menyaksikan Blue Fire di kawah Ijen hingga tiga kali lipat.

Sejak diluncurkan tiga hari yang lalu, jam operasional pendakian TWA Kawah Ijen diatur mulai pukul 02.00 hingga 12.00 WIB. Kebijakan ini diberlakukan sejak Sabtu, 12 Agustus 2023. Dalam tiga hari tersebut, jumlah pengunjung Gunung Ijen telah mencapai lebih dari 1000 orang.

Pos Paltuding – Blog Punya Jule

Kepala Pos TWA Kawah Ijen, Sigit Haribowo, menjelaskan bahwa sejak jam operasional TWA Kawah Ijen dimulai pada pukul 02.00 WIB, terutama pada akhir pekan, jumlah pengunjung bisa melampaui 1000 orang. Namun, pada hari kerja, jumlah pengunjung biasanya berkisar antara 300 hingga 500 orang.

“Sebenarnya, bulan Juli merupakan musim tinggi kunjungan turis asing. Namun, pada bulan tersebut, pendakian untuk melihat Blue Fire belum dibuka. Mungkin musim tinggi sudah berlalu atau mundur,” kata Sigit pada Senin (14/8/2023).

Baca Juga : Alas Purwo Banyuwangi, Sejarah dan Mitos yang ada

Keputusan untuk kembali mengatur jam normal pendakian TWA Kawah Ijen diambil setelah Surat Edaran dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur dikeluarkan. Surat tersebut, bernomor SE.247/K.2/BIDTEK.1/KSA/8/2023 dan diterbitkan pada Rabu, 9 Agustus 2023, memuat lima poin kebijakan baru terkait pendakian.

Gerobak Pendakian Ijen – Kompas.id

Salah satu poin penting adalah perubahan jam operasional pendakian menjadi pukul 02.00 hingga 12.00 WIB, yang sebelumnya dimulai pukul 04.00 WIB. Keputusan ini memungkinkan pengunjung dapat kembali menikmati fenomena langka yang hanya ada di dua tempat di dunia, yaitu Blue Fire.

Penurunan Level Status Vulkanik

Kebijakan ini diambil setelah Gunung Ijen mengalami perubahan status dari Level II (waspada) menjadi Level I (Normal). Meskipun begitu, Sigit mengingatkan para pendaki dan pengunjung TWA Kawah Ijen untuk tetap mematuhi peraturan yang berlaku.

Penambang Belerang – Kompas.id

Mereka diminta untuk menjaga keselamatan dengan tidak mendekati dapur atau dasar kawah. Selain itu, membawa barang yang berpotensi membahayakan pengunjung lain juga dilarang.

Baca Juga : 5 Trik Foto Estetik saat Liburan

“Dalam radius 500 meter, pengunjung tidak diperbolehkan mendekat ke pengendalian Sufatara. Oleh karena itu, wisata Blue Fire dapat dilihat dari jarak 500 meter,” tegas Sigit.

Selama musim kemarau, Sigit menyarankan agar pengunjung tidak menyalakan api. Jika diperlukan, api harus dipadamkan sepenuhnya sebelum pendakian. “Yang terpenting, mari jaga kawasan konservasi ini. Gunakan masker sesuai standar keamanan dan hindari pembuangan sampah sembarangan,” ujar Sigit.


Sumber : Times Indonesia | Publisher : Ahmad Rizki Mubarok | Editor : Imadudin Muhammad

Belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Komentar Anda*Nama Anda* Email Anda* Website Anda

Mungkin Anda tertarik membaca artikel berikut ini.

planktontour.id

One Day Trip Bromo Sunrise, Kemana Aja?

17 November 2023 637x Bromo, Intermezzo, Objek Wisata

Bromo, salah satu ikon alam Indonesia, menyajikan pesona matahari terbit yang tak terlupakan. Perjalanan sehari penuh ke Bromo tidak hanya memberikan pengalaman menakjubkan saat sunrise, tetapi juga memungkinkan Anda menjelajahi keindahan alam dan budaya di sekitarnya. Berikut adalah rencana perjalanan yang dapat kamu ikuti untuk mendapatkan pengalaman maksi... selengkapnya

Wisata ke Kota Palembang, Emang Bisa Kemana Aja?

One Day in Kota Palembang: Jelajahi Pesona Bumi Sriwijaya dari Pagi Hingga Malam! “Pengen banget ke Kota Palembang, tapi waktunya mepet cuma sehari. Kira-kira bisa ngapain aja ya?” Pertanyaan ini pasti sering muncul di benak para traveler dengan waktu terbatas. Tenang, jangan khawatir! Berdasarkan pengalaman pribadiku beberapa waktu lalu, Palemba... selengkapnya

Kampung Adat Suku Batak, Budaya Huta dan Rumah Bolon

18 October 2025 361x Objek Wisata

Kampung adat Suku Batak merupakan destinasi wisata budaya yang kaya dengan tradisi dan warisan leluhur. Di sini, Huta sebagai pusat pemukiman tradisional dan Rumah Bolon sebagai rumah adat menjadi ikon yang menarik perhatian wisatawan. Rumah Bolon Lambang Kekerabatan dan Tradisi Batak Rumah Bolon adalah rumah adat yang unik, menggambarkan struktur sosial dan... selengkapnya

Follow Us on Social Media

4.8 / 5
Rating Stars
Based on 64 reviews

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.